Jumat, 05 Januari 2018

Makalah Metodologi Penelitian


Makalah Jenis-jenis Penelitian
Oleh:
Farid Muhlasol
Amri Rosyadi
A.    PENDAHULUAN

Telah umum diketahui, bahwa Perguruan Tinggi di Indonesia mengemban tiga tugas untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa. Tugas itu ialah (a) tugas pendidikan, (b) tugas penelitian, dan (c) tugas pengabdian pada masyarakat.
Tugas penelitian merupakan salah satu cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di masyarakat. Tanpa sebuah penelitian ilmu pengetahuan tidak akan hidup dan akan diragukan kebenarannya. Sehingga sebuah penelitian mempunyai peran dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan penelitian merupakan upaya untuk merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, kemudian mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yakni dengan mengumpulkan data-data fakta yang berkaitan dengan permasalahan. Dengan seperti itu suatu kesimpulan dari permasalahan bisa dipecahkan.

Mengenal Kitab Tafsir Mafatih al-Ghaib



Oleh:
Farid Muhlasol
Mohammad Amri Rosyadi
Umair Abdul Aziz

PENDAHULUAN
Dalam hal ini Nabi Muhammad saw sendiri adalah orang pertama yang menjelaskan Al-Quran. Penafsiran Nabi Muhammad saw ini adakalanya dengan sunnah Qauliyah, ataupun dengan sunnah Taqrįriyah. Tetapi tafsir yang diterima dari Rasulullah, sedikit sekali. Dan para sahabat adalah orang-orang yang menjadi generasi penerusnya. Mereka menafsirkan Al-Quran secara nukilan atau riwayat dari seorang perawi kepada perawi lain. Generasi berikutnya adalah para tabi’įn, tabi’it tabi’įn dan generasi yang hidup sesudahnya.
Untuk menafsirkan al-Quran diperlukan sebuah metode atau manhaj dan aturan-aturan yang telah ditentukan oleh para mufassir. Metode penafsiran al-Qur’ān terus mengalami perkembangan. Pada masa klasik hanya dikenal dua metode, yaitu metode bil-ma'tsur (riwayat) dan bil-ra’yi (nalar). Pada periode kontemporer metode penafsiran al-Quran mengalami perkembangan, yaitu metode tahlilį, ijmalį, muqaran dan maudhu’į. Metode merupakan gabungan alat perangkat sistem (strategi, pendekatan dan teknik).

Makalah Tafsir Tahlili QS. al-Anfal 32-34



Tafsir Tahlili al-anfal: 32-34
oleh :
Farid Muhlasol
Ikmal Ramadhan 
PENDAHULUAN

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya mengandung kebenaran. Al-Qur’an diturunkan bertujuan untuk membenarkan kitab-kitab yang turun sebelumnya. Dan juga al-Qur’an  diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia.
 Sesungguhnya orang-orang yang ingkar terhadap al-Qur’an maka Allah akan menimpakan adzab yang sangat pedih.
Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang balasan orang-orang yang menantang Allah serta menentang kebenaran al-Qur’an. Begitu kerasnya penantangan mereka sehingga mereka meminta untuk diturunkan adzab. Mereka menganggap al-Qur’an tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang purbakala.  

Makalah Tafsir Maudlu'i tentang Puasa Sunnah



TAFSIR MAUDHUI IBADAH
PUASA SUNNAH
Oleh:
Farid Muhlasol
Ikmal Ramadan

PENDAHULUAN
Seperti yang kita ketahui agama Islam mempunyai lima rukun Islam yang salah satunya ialah puasa, puasa termasuk rukun Islam yang keempat. Karena puasa itu termasuk rukun Islam jadi, semua umat Islam wajib melaksanakannya namun pada kenyataannya banyak umat Islam yang tidak melaksanakannya, karena mereka tidak mengetahui manfaat dan hikmah puasa. Bahkan, umat Islam juga masih banyak yang tidak mengetahui pengertian puasa, dan bagaimana menjalankan puasa dengan baik dan benar.
Banyak orang-orang yang melaksanakan puasa hanya sekedar

Senin, 11 Desember 2017

Makalah Asbab al-Nuzul

  Makalah Asbab al-Nuzul
                             Oleh:                                 
Farid Muhlasol
M. Nurul Huda

KATA PENGANTAR
Al-Qur’an adalah kalam ilahi yang penuh dengan makna. Tidak saja umat muslim, siapapun yang memahami al-Qur’an, akan mendapatkan pencerahan yang sangat mencerahkan. Bahkan akan berbeda antar satu orang dengan orang yang lain.
Tentunya, pemahaman yang dimaksud di atas adalah pem
ahaman yang benar. Dan salah satu cara untuk memahami al-Qur’an secara benar adalah dengan memahami asbab al-nuzulnya. Tanpanya, impian untuk mendapatkan pencerahan dari al-Qur’an hanya akan sia-sia saja. Memang, ini tidak berlaku untuk seluruh ayat. Karena memang ada ayat yang tidak ada asbab al-nuzulnya. Ayat model yang terakhir ini bisa dipahamai, meski tanpa memahami terlebih dalulu asbab al-nuzulnya.
Dalam makalah yang singkat ini, pemakalah mencoba membahas tentang asbab al-nuzul. Baik dari segi definisi, pola, dan beberapa hal yang terkait dengannya. Sekian. Selamat membaca.

Bersama Para Guru