Untuk Apa?
Untuk apa sampean mencemooh orang yg bacaan salamnya tidak se-fasih sampean? Kalau sampean paham bahwa ucapan salam itu maknanya mendoakan dan menebar kedamaian, tak akan mudah sampean mencaci orang lain.
Untuk apa sampean mengolok-olok orang yang tidak fasih membaca “la haula wa la quwwata illa billah”? Kalau sampean paham bahwa makna ucapan itu merupakan puncak ketidakberdayaan seorang hamba, masihkah sampean berani “punya daya & kuasa” mencibir org lain tanpa ijinNya?
Untuk apa sampean nyinyir terhadap bacaan al-Fatihah orang lain yg tdk se-fasih lidah sampean? Kalau sampean paham makna surat al-Fatihah, susah-payah sampean hendak tuntas membacanya saat shalat. Sampean akan terus menangis terisak, mana sempat lagi ngurusi ibadah org lain!
Untuk apa sampean mencela orang yg tak pandai berzikir selepas shalat? Kalau sampean paham makna “Subhanallah” tak akan sampean mrs plg suci; kalau paham “Alhamdulillah” tak akan sampean menjilat atasan, kalau paham “Allahu Akbar” tak akan sampean membesarkan diri mrs plg benar.
Satu lagi, jangan sampai kita termasuk mrk yg dijelaskan Nabi sbg org yg fasih membaca Qur’an tapi bacaannya hanya sampai di kerongkongan, tidak masuk ke dalam hati, dan tdk membekas di tingkah laku sehari-hari. Fasih membaca ayatNya, tapi kok fasih juga mencela orang lain?!
Bismillah, semoga hari ini lebih baik dari hari sebelumnya. Selamat beraktivitas semuanya. Barakallah ๐
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Kamis, 01 Februari 2018
Senin, 08 Januari 2018
Makalah Studi Naskah Tafsir 1
Tafsir
Mafatih Al-Ghaib Surat Al-A’raf 34 & Al-Hijr 4-5
“Kehancuran Bangsa-Bangsa”
Oleh:
Farid Muhlasol
M Syukron Ali Habibi
PEMBUKAAN
Al-Qur’an pada hakikatnya adalah kitab suci yang diturunkan Allah
kepada nabi Muhammad untuk manusia sebagai hudan li al nas dan sebagai kitab
penerang agar manusia bisa keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang terang
benderang. Walaupun ditunrunkan di tengah-tengah bangsa Arab dan dengan bahasa
Arab, akan tetapi al-Qur’an ditujukan kepada seluruh umat manusia.
Dengan keberadaan al-Qur’an ditengah-tengah umat Islam, maka
al-Qur’an dijadikan sebagai tolak ukur dan pembeda antara yang hak dan yang
bathil. Kemudian, bermunculan karya-karya tafsir yang mana bertujuan untuk
memahami isi kandungan yang ada di dalam al-Qur’an agar dapat menjawab
permasalahan umat manusia.
Tidak dapat dipungkiri bahwa,
semakin luasnya keanekaragaman karya-karya tafsir maka, para mufasir pun
mempunyai cara berfikir yang berbeda-beda pula.
Terlepas itu semua, maka tidak etis apabila kajian-kajianya terhadap
kitab-kitab tafsirnya terlewatkan. Dan perlu diketahui bahwa, sesungguhnya
kajian tersebut sangat bermanfaat untuk dikaji dan diteliti.
Terlebih dalam Tafsir Mafatih Al-Ghaib karya Al-Razy yang banyak
menekankan dimensi keluasan makna ayat Al-Quran dalam tafsirnya. Dengan tema
kehancuran bangsa-bangsa, kiat dapat mengambil pelajaran tentang sebab-sebab
kehancuran umat-umat terdahulu dan bagaimana mengambil ibrah dari kisah hidup
mereka.
Jumat, 05 Januari 2018
Tafsir Maudhu'i Aqidah QS. al-Baqoroh: 142-152
Tafsir
Maudlu’i ‘Aqidah ayat 142-152
Oleh: Farid Muhlasol
Sejarah Perpindahan
arah kiblat dari Masjidil Haram ke
Masjidil Aqsha
ุณََُُูููู
ุงูุณََُّููุงุกُ ู
َِู ุงَّููุงุณِ ู
َุง ََّููุงُูู
ْ ุนَْู ِูุจَْูุชِِูู
ُ ุงَّูุชِู َูุงُููุง ุนَََْูููุง
ُْูู َِِّููู ุงْูู
َุดْุฑُِู َูุงْูู
َุบْุฑِุจُ َْููุฏِู ู
َْู َูุดَุงุกُ ุฅَِูู ุตِุฑَุงุทٍ ู
ُุณْุชَِููู
ٍ
Orang – orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: '
Apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang
dahulu mereka telah berkiblat kepadanya? Katakanlah (Muhammad): kepunyaan
alloh-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendakinya kejalan yang lurus .
ุงูุณููุงุก
merupakan berasal dari kata ุงูุณูู yang
berarti keburukan / kebodohan suatu akal, pikiran, dan akhlak, yakni orang-orang kurang
pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud dari pemindahan kiblat. Ada
yang mengatakan, bahwa yang dimaksud sufaha’ disini adalah orang-orang musyrik
arab. Demikian dikemukakan al-Zajaaj. Ada
juga yang mengatakan, ‘’para pendeta yahudi’’ demikian kata Mujahid. Sedangkan
al-Sudi
mengemukakan, ‘’yang dimaksudkan adalah orang – orang munafik.’’
Tafsir Tahlili Ali Imran 100-110
Tafsir Tahlili QS. Ali Imran: 100-110
Oleh: Farid Muhlasol
ุจِุงุณْู
ِ ุงِّููู
ุงูุฑَّุญْู
َِู ุงูุฑَّุญِْูู
ِ
َูุงุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง
ุฅِْู ุชُุทِูุนُูุง َูุฑًِููุง ู
َِู ุงَّูุฐَِูู ุฃُูุชُูุง ุงِْููุชَุงุจَ َูุฑُุฏُُّููู
ْ ุจَุนْุฏَ ุฅِูู
َุงُِููู
ْ
َูุงِูุฑَِูู
َََْูููู ุชَُْููุฑَُูู َูุฃَْูุชُู
ْ
ุชُุชَْูู ุนََُْูููู
ْ ุขَูุงุชُ ุงَِّููู َُِููููู
ْ ุฑَุณُُُููู َูู
َْู َูุนْุชَุตِู
ْ ุจِุงَِّููู
ََููุฏْ ُูุฏَِู ุฅَِูู ุตِุฑَุงุทٍ ู
ُุณْุชَِููู
ٍ
Hai orang – orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari
orang –orang yang diberi al – Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu
menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (
3:100 )
Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat – ayat Allah
dibacakan kepada kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) allah,
maka sesungguhnya ia telah diberi
petunjuk kepada jalan yang lurus. (3:101)
Pada ayat ini ada term Utu Al-Kitab, Dalam buku Wawasan Al-Quran
Prof. Quraisy Syihab term Utu Al-Kitab di Al-Quran terulang delapan belas kali.
Selain istilah Utu Al-Kitab, Al-Quran juga menggunakan istilah Ahl Al-Kitab
yang terulang sebanyak tiga puluh kali dalam Al-Quran, Utu Nashiban Mina Al-Kitab tiga kali, Al-
Yahud delapan kali, Al-Ladzina Hadu
sepuluh kali, Bani Israil empat puluh kali, dan An-Nashara empat belas kali.
Latihan Makhorijul Huruf
LATIHAN MAKHORIJUL HURUF DENGAN
REDAKSI HURUF-HURUF YANG MIRIP.
Oleh: Farid Mukhlason
1.
Huruf Hamzah dan A’in ( ุฃ, ุน )
v
َูุงَّูุฐَِูู ُูุคْู
َُِููู ุจِู
َุง ุฃُْูุฒَِู ุฅََِْููู َูู
َุง ุฃُْูุฒَِู ู
ِْู َูุจَِْูู َูุจِุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ُูู
ْ َُُِูููููู.
v
ََููุนَْูุชَ َูุนَْูุชََู ุงَّูุชِู
َูุนَْูุชَ َูุฃَْูุชَ ู
َِู ุงَْููุงِูุฑَِูู.
v
ُْูู ุฃَุนُูุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงََِْูููู . ُْูู ุฃَุนُูุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงَّููุงุณِ.
v
َูุง ุฃَุนْุจُุฏُ ู
َุง ุชَุนْุจُุฏَُูู . ََููุง ุฃَْูุชُู
ْ ุนَุงุจِุฏَُูู ู
َุง ุฃَุนْุจُุฏُ . ََููุง ุฃََูุง ุนَุงุจِุฏٌ ู
َุง ุนَุจَุฏْุชُู
ْ. ََููุง ุฃَْูุชُู
ْ ุนَุงุจِุฏَُูู ู
َุง ุฃَุนْุจُุฏُ
Makalah Metodologi Penelitian
Makalah
Jenis-jenis Penelitian
Oleh:
Farid
Muhlasol
Amri
Rosyadi
A.
PENDAHULUAN
Telah umum diketahui, bahwa Perguruan Tinggi di Indonesia mengemban
tiga tugas untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa. Tugas itu ialah
(a) tugas pendidikan, (b) tugas penelitian, dan (c) tugas pengabdian pada
masyarakat.
Tugas penelitian merupakan salah satu cara untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan di masyarakat. Tanpa sebuah penelitian ilmu pengetahuan tidak akan
hidup dan akan diragukan kebenarannya. Sehingga sebuah penelitian mempunyai
peran dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan penelitian merupakan upaya untuk merumuskan masalah,
mengajukan pertanyaan-pertanyaan, kemudian mencoba menjawab
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yakni dengan mengumpulkan data-data fakta yang
berkaitan dengan permasalahan. Dengan seperti itu suatu kesimpulan dari
permasalahan bisa dipecahkan.
Mengenal Kitab Tafsir Mafatih al-Ghaib
Oleh:
Farid Muhlasol
Mohammad Amri Rosyadi
Umair Abdul Aziz
PENDAHULUAN
Dalam hal ini Nabi Muhammad saw sendiri adalah orang pertama yang
menjelaskan Al-Quran. Penafsiran Nabi Muhammad saw ini adakalanya dengan sunnah
Qauliyah, ataupun dengan sunnah Taqrฤฏriyah. Tetapi tafsir yang diterima dari
Rasulullah, sedikit sekali. Dan para sahabat adalah orang-orang yang menjadi
generasi penerusnya. Mereka menafsirkan Al-Quran secara nukilan atau riwayat
dari seorang perawi kepada perawi lain. Generasi berikutnya adalah para
tabi’ฤฏn, tabi’it tabi’ฤฏn dan generasi yang hidup sesudahnya.
Untuk menafsirkan al-Quran diperlukan sebuah metode atau manhaj dan
aturan-aturan yang telah ditentukan oleh para mufassir. Metode penafsiran
al-Qur’ฤn terus mengalami perkembangan. Pada masa klasik hanya dikenal dua
metode, yaitu metode bil-ma'tsur (riwayat) dan bil-ra’yi (nalar). Pada periode
kontemporer metode penafsiran al-Quran mengalami perkembangan, yaitu
metode tahlilฤฏ, ijmalฤฏ, muqaran dan maudhu’ฤฏ. Metode merupakan gabungan alat
perangkat sistem (strategi, pendekatan dan teknik).
Langganan:
Postingan (Atom)